Jumat, 27 April 2012
GFF | Twin Boys | part 4
teriakan Britney terdengar
dimana-mana. Ambulance dtg dan membawanya ke RS.
Semua keluarganya menunggu di luar dgn
harap-harap cemas. Takut terjadi apa-apa dgn greyson. Tak lama kemudian dokter
keluar. “dia baik-baik saja tetapi slh satu jari ada yang patah. Mungkin dia
tidak bisa bermain piano dlm jngka wkt yg lama”
Mrs.Lisa tertunduk sedih dia tidak
bisa membayangkan bagaimana perasaan anaknya bila mngetahui ini. Tanner sang
kakak mengelus-elus pundak ibunya. “apa kami bisa masuk?” tnya tanner. Dokter
membalasnya dengan anggukan. Lalu tanner,jazz,cody,mrs.lisa, dan Britney masuk
kedalam. Greyson terbaring lemah di tempat tidur dengan tangan berbalut perban.
Dia masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba hp Britney berbunyi,
ibunya menyuruhnya untuk segera pulang. “jazz,cody,tanner, mrs.lisa aku harus
pergi sekarang. Besok aku akan kembali lagi. Maafkan aku atas kejadian ini.”
“bukan
kau yg salahmy candy, ini hanya kecelakaan. Hati-hati di jalan ya” mrs.lisa
memeluk Britney dan Britney segera pulang.
Malam itu Britney duduk di balkon
kamarnya bersama bella. Mereka tidak biasanya akur seperti ini. “bel.. can I
ask something?” tnya briteny berhati-hati.
“what?”
“kenapa mom melarang kita bermain
piano lagi? Bukankah dulu kau adalah pemain piano yang handal?”
“emm.. aku akan memberitahumu tapi
ku mohon jangan beri tau mom.”
“baiklah.”
“dulu waktu kau berumur 7 thn pd
saat itu aku berumur 10 thn. Mom adalah seorang pianis terkenal. Permainan
piano nya di akui. Tapi nasib buruk menimpanya. Tangannya cedera dan tidak
dapat bermain piano lagi. Sejak dari situ mom menyimpan piano di gudang, dan
melarang kita bermain piano. Dia trauma”
Britney terdiam mendengar cerita
kakaknya. Rasa haru sekaligus kecewa terasa begitu menyentuh. Bella memandang
ke langit melihat bintang. “Britney.. ada bintang jatuh. Make a wish. Ayo!”
seru bella seraya menunjuk ke langit.
“aku
harap aku bisa menjadi pianis terkenal” ucap Britney dalam hati.
Sudah seminggu Britney tidak ke rumah greyson.
Karena greyson masih dalam keadaan tertekan. Dia juga sudah berusaha
mengurungkan niatnya untuk memberitahu mom tentang cita-citanya. Tapi kali ini
sudah tidak dapat di tahan, dia menghampiri mom yang sedang menonton tv. “mom..
ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”
“oh ya? Duduklah” Britney duduk di
samping mom dan mom mematikan tv karena dia pikir anaknya akan membicarakan hal
yang serius.
“begini” Britney menarik npas
sejenak. “aku sdh memutuskan ini mom. Aku ingin menjadi seorang pianis. Jadi
bisakah aku bermain piano yang kau simpan dalam gudang?”
Wajah mom memerah, kemarahan tampak
jelas di wjahnya. “sudah kukatakan padamu. Tidak seorang pun dalam keluarga ini
yang akan menjadi pianis. Bermain piano itu tidak menyenangkan.” Tegas mom.
“KENAPA? Mom takut aku akan seperti
mom? Yang tidak bisa bermain piano lagi?” Britney bangkit berdiri.
“Apa kau bilang? Kau berani
menentangku?” mom pun bangkit berdiri. Sekarang mereaka beradu muka.
“mom semua itu bisa di perbaiki. Aku
akan belajar dari kesalahan mom. Aku dapat menjadi seorang pianis mom! I KNOW I
CAN”
“TIDAK! Sekarang masuk kekamarmu”
bentak mom.
“Tidak akan sampai mom mengijinkanku
bermain piano. Bukankah mom dulu pernah mengajarkanku?”
“Masuk ke kamarmu atau..”
“atau apa?” potong Britney.
Mom sdh benar-benar marah. “atau kau
keluar dari rumah ini!”
Bella yang baru sj keluar dari
kmarnya tercengang kaget. “mom!!” teriaknya. “apa yang kau katakan”
“ohh.. baiklah, aku sdh ckup dwasa,
dan aku akan membuktikannya pdmu! Kau bukanlah mom yg ku kenal.” Air mata mulai
membanjiri pipi Britney. Dia berlari masuk ke kmarnya dan mengemasi brang2nya.
“MOM!! Kenapa kau melarangnya?
Bukankah mom sendiri yg bilang bhwa mom mau dia menjadi seorang pianis!” erang
bella. Dia tidak terima akan perlakuan ibunya pd Britney.
“SHUT UP!!” mom membanting pintu
kmarnya.
“Britney..” bella sedikit berbisik
di depan pintu kmar Britney agar mom tdk mendengarnya.
“A..ada apa?” isak Britney. Dia
sedang mengisi barang2nya dlm koper biru miliknya.
“Britney.. tolong jgn lakukan ini.”
“lbh baik kau keluar jika kau jg
berpendapat seperti mom”
“a..a..aku tidak berpendapat
sprtinya. Tp aku tdk ingin terpisah drimu”
Britney langsung memeluk bella. “me
too. But I have to go”
“ok. Emm aku pnya sdkt tabungan utk
membantumu mnyewa apartemen. Dan jgn lupa kbari aku dmn apartemenmu” bella
memberi Britney slh satu kartu kreditnya.
“thanks bella. Bye” dia memeluk
bella sekali lagi dan segera pergi.
Britney
menyusuri jalan kota yang padat, di penuhi orang2 yang memakai jaket berbulu
tebal karna udara terasa begitu dingin. Salju yang turun semakin lebat tp dia
belum menemukan apartemen jg. “Britney” spa seorang lelaki. Britney yg sedari
tadi tertunduk baru mnyadari kehadiran lelaki itu.
siapa itu?? next part (:
GFF | Twin Boys | part 3
“yaa.. ada apa? siapa di
sna?”Britney membaringkan badannya di tmpt tidurnya.
“ini jazz.”
“jazz? Siapa itu?”
“oh my god. Kembarannya greyson.”
“ohhh.. iya aku tau. Ada apa kau
menelponku”
“aku ingin mengajakmu jalan-jalan.
Bgmn?”
“hmm.. baiklah. Aku ke sana”
“tidak perlu, aku akan menjemputmu.
Bye”
Britney melempar hpnya dia atas tmpt
tidurnya dan dia mengganti bajunya.
Sedangkan
di rumah greyson, jazz sdg siap-siap. “jazz mau kmn?” tnya greyson.
“jalan sama Britney” jwabnya sambil
cengar-cengir.
“apa??” greyson tersentak kaget.
“tenang bukan Britney spears, jd ga
perlu kget gitu”
“iya.. aku tau. Britney Campbell
kan?”
“entahlah, aku tdk tau nama blkgnya.
Bye GC” dia segera pergi.
Britney
seharian jalan-jalan sama jazz dan tempat terakhir yang di kunjungi mrk adalah
game center. Dan ternyata greyson dan cody sdg membuntuti mereka. “coco.. lihat
mereka! Pasti si jazz kalah dia kan ga jago main game” ejek greyson seraya
mnutupi wjahnya dengan Koran. Cody yg sdg meminum secangkir cappuccino
tersentak kaget. “apa? dia itu lbh jago dariku. Dia sdh mengalahkanku sepuluh
kali”
“ya baiklah. Berapa kali kau main
game dgnnya?” greyson berusaha mencari titik kelemahan jazz.
“ 11 kali”
“hah?? Berarti kau baru
mengalahkannya 1 kali?” greyson membanting Koran di hadapan cody. Cody
mengangguk.
“ tp kalau kau sih sdh sering.” Dia
cengingisan sendiri.
“I know it”
Jazz dan Britney terlihat akrab pdhl mereka
baru bertemu kemarin. Dan tnpa di sangka ternyata jazz tau keberadaan greyson
dan cody, dia menghampiri mereka. “heyy penguntit!” sapa jazz seraya menarik
kacamta yg cody pakai.
“ohh.. heyy jazz” kata greyson sdkt
terbata.
“what are you doing here?” tnya
Britney menyelidik.
“entahlah. Cody ingin minum
cappuccino.” Kata-kata greyson membuat cody terbelalak.
“apa? kau yang” greyson menginjak
kaki cody dgn keras. Cody langsung terdiam.
“hari ini sangat menyenangkan ya Britney.
Besok kita jln-jln lagi ya”
“tapi.. emm baiklah biar aku yang ke
rumahmu”
“ok.”
“hoamm..”
gumam britney sambil membuka tirai kamarnya. Dia melihat jalanan yang sudah
ramai, matahari yg sdh dia ats. Di tambah kebisingan kendaraan. “what time is
it?” Britney terlihat bingung.dia meraih jam hpnya. “hah? Jam 12? Aku tdk salah
kan?” dia mengucak-ngucak matanya. Britney mengambil handuk dan segera mandi.
Lalu dia pergi ke rumah greyson. Di sana dia di sambut baik dgn mama greyson
dan jazz. Jazz sedang sibuk main video game bersama kakaknya tanner. Britney
tidak sengaja memasuki sebuah ruangan krena
mendengar alunan music. Dia melihat sosok greyson yang sedang memainkan piano
dengan bersemangat tanpa menyadari kedatangan Britney. “ehmm” Britney berdeham.
Permainan piano itu seketika berhenti. “hei why u stop? Can u playing again?”
“bgmn kau ada di sini?”
“aku mendengar suara music yang
indah dari pianomu. Makanya aku disini” Britney duduk di samping greyson. “can
u teach me how I can play it?”
“hmm.. sure I can. Can u play one
song with that?” telunjuknya menunjuk ke arah piano.
“maybe. I just know this song”
Britney mulai bermain di atas tuts-tuts piano itu dengan indah. Mengeluarkan
sebuah alunan lagu yg indah. “what do you think?”
“good. Tapi jarimu terlihat kaku.
Sdh berapa lama kau tidak memainkannya?”
“mgkn 7 thn lalu. Aku tdk bermain piano sjk umur 7
thn”
“why?” greyson membalikkan badannya
ke Britney.
“entahlah.. mom melarangku, dan dia
menyimpannya di gudang. Tidak ada dari antara kami di ijinkan utk bermain piano
lagi.”
“bermain piano adlh salah satu hal
terindah yang kumiliki. Menekan tuts-tuts, mendngr alunan melody, dan
mempelajari byk hal lainnya. Itu sangat menyenangkan. Dan permainan piano mu
selalu bergantung pada perasaanmu. SELALU.”
“aku tau itu jg yang kupikirkan.
Tapi..” Britney tak kuasa melanjutkan kata-katanya.
“aku tau apa yang kau rasakan.
Sekarang bermainlah piano ini sesuka hatimu. Dan akan terbentuk melody sesuai
perasaanmu skrg”
Britney menarik napas kemudian
memainkan piano sesuka hatinya tanpa punya tujuan lagu apa yang ia ingin
mainkan. Terdengar alunan music slow sangat slow, dengan beberapa nada yg fals
tp tetap bagus. “itukah yang kau rasakan? kau cenderung pesimis. dan aku akan menunjukan bgmn kau mengahadapinya.
Nada yg slow itu lbh bgs bila di gnti dgn nada seperti ini” sekarang gantian
sang master memainkan piano. Tempo lagunya memang terdengar slow tnpa ada nada
yg fals, tp nada itu berubah perlahan dgn tempo yang cepat. Dan alunannya
sangat menyemangati, seolah menyejukkan hati Britney.
Tiba-tiba
jazz masuk ke ruangan itu. “apa yg kalian lakukan. Kau tau aku sdh mengalahkan
tanner 5 kali” ujar jazz bangga.
“hmm seperti aku harus pulang” kata
Britney.
“tunggu. Aku ingin mengajakmu
mencari sesuatu utk alexa” greyson menahan tangan Britney.
“tapi..”
“sudahlah Cuma sbntr sj” greyson
memotong kata-kata jazz. Dia menarik tgn Britney dan mengajaknya ke salah satu
toko boneka.
Meraka
memilih boneka yang besar, penuh dengan bulu, dan berwarna pink. Itu adalah
pilihan Britney. “are u greyson chance?” tnya seorang ank kecil saat mereka br
keluar dr toko.
“yes I am”
“greyson dapatkah kau memelukku? Aku
selalu berharap utk bertemu dgnmu.”
Greyson berjongkok utk memeluknya.
“thanks greyson. I love u so much”
“thanks. I love u too. Ini utkmu” greyson
memberikan boneka alexa padanya. Dan dia sgra menyebrangi jalan. Boneka itu
terjatuh di tengah jalan tapi adik kecil itu tdk bisa mengambilnya karena
jalanan sangat ramai. Greyson dgn cepat dan berhati-hati mengambil boneka itu.
Tapi saat dia tertunduk.. “GREYSSSSONNN”next part?
GFF | Twin Boys | part 2
“bella ada greyson di berita..”
teriak mom. Britney dan bella ada di kmar mrk masing-masing. Tp saat mendengar
teriakan mom mereka langsung menghambur keluar. “jgn diganti mom” pinta bella.
Dia berdiri tepat di depan tv smpai Britney tdk dpt melihatnya. “Bella!! Pindah
dr situ aku jg mau lihat”
“apa? Kau mau lihat?” bella melirik
Britney curiga.
“ya.. ya.. memang ada apa?” Britney
agak risih dgn tatapan kakaknya itu.
“haha.. yess!! Akhirnya,kau ngfans
jg kan sm dia”
“hah? Apa kau gila? Aku hnya ingin
memastikn bhwa kau tdk msk tv saat knsernya kmrn” Britney jd salah tingkah.
Bella lngsg manyun mendngarnya. Beritanya pun habis, lalu mom mngganti channel.
“brit.. hari ini kan hari pertama
musim panas. Gmn kalau kt ke pantai?” ajak bella.
“hmm.. lbh baik aku di kmar bca
buku, dengar lagu, dsb. Dr pd pergi dgnmu. Itu hnya membuang-buang wktuku”
briney menjumput sehelai rambutnya lalu menaruhnya di blkg tlinga.
“ayoolah,, sekali sj. Siapa tau kita bs bertemu greyson atau artis-artis
lain”
“baiklah. Ayo, kau yg menyetir!”
Bella dan Britney pergi ke pntai
menggunakan mobil tua neneknya.
@pantai
Bella bertemu teman-temannya lalu
dia meninggalkan Britney. “huh.. kebiasaan. Tunggu..” britney melihat kearah
seorang lelaki bertopi dan dia mengenalinya, dia adlh greyson Chance.
“heyy..”britney menepuk pndak greyson. Dia tersentak kaget sampai topinya
jatuh. dan beberapa gadis melihatnya smbl berbisik-bisik. “o’ow kita dlm
bahaya, pegang tanganku. 1 2 3. LARIIIIIIIIIIIII” teriak greyson sprti orang melihat hantu.
Cwe-cwe ikut mengejar mereka. Greyson dan Britney bersembunyi di kamar mandi.
Greyson menguncinya rpat-rpat. Nafas tidak teratur. Dia berbalik melihat britney
ternyata Britney terkapar lemah. Dia pingsan krna asmanya yg kmbuh swaktu lari
tadi. “britney.. Britney.. bangun.. apa yg terjadi?” greyson menepuk-nepuk pipi
Britney tapi tak ada respon. Dia mengambil HPnya lalu menelpon Cody. “halo cody
please I need your help. Kau tau skrg aku ada di pantai dan penyamaranku
terbongkar. Mereka mengejarku” kata greyson panik.
“hey.. santai aja. Aku akan kesana
skrg.” Greyson menutup tlpnnya.
Selang beberapa menit, HP greyson
berbunyi. “kau dimana? Aku tdk melihatmu” tnya Cody.
“aku bersembunyi di kamar mandi.
Bersama Britney yg sedang pingsan.”
“Britney?? Mksdmu Britney spears?
Wow knp kau tdk memberitahuku kalau sdg bersm Britney spears” cody tercengang
kaget.
“bkn. Britney temanku. Jd bgmn ini?
Mereka msh mencariku di luar sn” greyson mengintip keluar melalui lubang kunci.
“Dengarkan aku. Kau tukar pakaian mu
dgn pakaiannya. Lalu kau membopongnya keluar.”
“What?? Men.. menukar baju? Idemu
sangat gila Cody. Jgn harap aku akan melakukan hal sprti itu”
“kau plih mn berjam-jam di dlm
atau-“
“ok ok aku akan melakukannya” potong
cody. greyson mntp tlpn dan lgsg menukar pakaian Britney dgn pakaiannya.
Setelah itu dia menyelinap keluar menuju mobil cody dgn selamat.
“huftttt..” greyson menghela napas
lega. Cody berusaha menahan tawa melihat greyson memakai baju perempuan.
“heyy.. kau knp?” tnya greyson tak
sadar.
“bajumu.. haha” tawa cody meledak.
Greyson memandangnya kesal.
“INI IDEMU CODY! dan berhenti
menertawaiku!” omel greyson.
“baiklah..” cody berusaha menghentikan
tawanya. “jadi kita kmn skrg?”
“ke rumah sakit. Aku takut ada
apa-apa dgnnya.”
“lbh baik ke rmhmu. Mgkn sj di rumah
sakit nnti kau ketahuan apalagi tnpa topimu.”
“ya…td topiku terjatuh.” Mereka
meluncur ke rmh greyson.
Tiba di sana greyson membaringkannya
di kmarnya. Mata Britney terbuka perlahan. “kau sdh sdar?” tnya greyson sdkt
lega.
“dmn aku? Dan uh bju siapa ini?
Siapa yg menggantikannya.. Dannn” matanya terbelalak kaget melihat baju yg di
pkai greyson. “Itu bajuku! Berarti ini bajumu” Britney terlihat kurang suka
memakai baju greyson. “siapa yg menukarnya?” marah Britney.
“haha.. itu greyson yg menukarnya.
Tenang sj. aku yakin dia pasti memejamkan matanya saat menukar baju kalian.”
Cody menambahkan. Greyson menyikutnya. “darimana kau tau soal itu? Kau tidak
mengintipkan?” greyson melempar pandangan curiga pd cody.
“oh ayolah greyson.. kau sangat mudah
utk di tebak.” Tawa cody.
Tiba-tiba jazz masuk tnpa mengetuk
pintu. “greyson kau di..” kata-katanya terhenti saat melihat greyson memakai
baju perempuan dan tawanya langsung meledak. “kau.. knp bisa memakai baju sprti
itu? Haha sangat cocok. Cocok sekali!”
“JAZZ berhenti menertawaiku.” Keluh
greyson.
"baiklah..” jazz menghentikan
twanya. “heyy kau gadis yg kmrn mencari kakakmu kan?”
“yaa.. ohh jd kau jazz bkn greyson.
Oh ya grey aku blh pnjm hpmu utk mnlpn kakakku.”
“sure” greyson member hpnya pd
Britney. Dan Britney sgr mnlpn kakaknya. “Bella.. ini Britney aku sdg di rumah
temanku, jd kau tdk perlu khawatir. Nnti aku plg sndiri” Britney memberikan hp
pd greyson.
“kau mau kuantar pulang?” tawar
jazz.
“mau..” britney bangkit dr tmpat
tidur.
“tunggu.. biar aku yg mengantarnya”
cegah greyson.
“sdhlah kau disini sj.
Beristirahatlah biar jazz yg mengantarnya” kata cody. greyson menurutinya.
Britney di antar jazz, kmbrn greyson.
“daa.. Britney” jazz melambaikan
tangannya. Britney msk ke dlm rumahnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAA BRITNEY KEMBALIKAN
REMOTENYA!!!” siang itu di rumah Mrs.campbell terdengar keributan. “TIDAK!!”
Britney berusaha menghindar dr kajaran kakaknya.
“BRITNEY AYOLAH!! APA KAU TIDAK
LIHAT TADI? GREYSON BERSAMA SEORANG GADIS KE PANTAI!! LIHAT SAJA AKAN KU BUNUH
GADIS YANG BERSAMANYA ITU” bella membunyikan tangannya.
“glekk” Britney menelan ludahnya,
ngeri melihat kakaknya. Dan saat itu bella berhasil merebut remote tv
drnya. Dgn cepat dia mnyalakan tv. Tapi
sayangnya beritanya sdh hbs dig anti oleh kedekatan Justin dan selena. “tuh
kan!! ya sdh aku mau cari di internet sj” bella masuk ke kmarnya. “BRAKK” dia
membanting pintunya.
Britney sangat panik dia mengintip kakaknya dari lubang kunci. Dia
melihat bella sdg mengutak-atik computernya. “aduh..aduh.. bgmn ini? Aha..”
terlintas ide di benaknya. Dia melihat kabel di smpgnya yg tersambung dgn
computer kakaknya. Britney mencabutnya. Dan seketika itu jg bella keluar dgn
kesal.
“BRITNEY!! KU BERI KAU PERINGATAN.
MENJAUH DARI SITU DAN MASUKLAH KE KMARMU” teriak bella geram. Britney
menjatuhkan kabel yg dia pegang dan cengingisan sendiri.
“I..i iya.. baiklah” dengan enggan
dia masuk ke kmarnya. Mondar-mandir di depan cermin, mencari sebuah ide lain
yang bisa mencegah bella. Dia kembali ke kmar kakaknya. “Tok..tok..tok”
Bella membuka pintu. Alisnya
terangkat saat melihat Britney “ada apa lagii?” tnyanya datar.
“eh.. aku bisa minta nomor temanku.
Yg waktu itu ku pinjam utk menelponmu”
“yaa.. ini” bella menyerahkan hpnya
lalu mengunci kmbali pintunya” Britney langsung menyalin nomor greyson dan
menelponnya.
“hallo.. greyson please help me”
“aye.. its not greyson. Its cody.
Greyson lg mandi. Ini siapa?”
“ini Britney”
“Ohh.. ya Britney spears ada apa?
kau mau mengajak greyson duet?”
“heh?? Bodoh. Ini aku Britney. Bkn
Britney spears. Mimpi apa kau sampai di telpon Britney spears!”
“yaya.. ada apa Britney?”
“begini kau tau soal kmrn di pantai?
Itu keluar di berita dan kakakku marah besar. Dia bhkn blg bhwa dia akan
membunuh gadis itu alias aku”
“lalu?” cody masih tidak mengerti.
“Lalu kau harus membantuku untuk
mencegah bella agar dia tidak melihat berita itu.”
“bgmn caranya?”
“ohh.. ayolah kupikir kau seorang yg
jenius”
“tentu saja aku jenius. Bgni berikan
nomornya aku akan berusaha membuatnya lupa”
“Benarkah?” wajah Britney
berseri-seri.
“Yaa..”
“thanks. Kau bs mencarinya di hp
greyson. Bye”
“tittttt”
Britney mngembalikan hp bella. Dia
menunggu dpn pintu kamar bella untuk melihat apa yg akan di lakukan cody, dia
mengintip lagi melalui lubang kunci.
Hp bella berbunyi. “ya hallo. Siapa
ini? Apa aku bkn bella thorne. Jadi ini cody simpson? Oh ya tdk apa, aku
bersyukur kau telah salah sambung. Blhkah aku menyimpan nomormu? Oh terima
kasih cody. Bye” Britney mendengar percakapan bella dgn cody.
“Yeayy.. I can’t believe it. Cody
simpson menelponku? Oh my God tell me its just dream” bella melompat-lompat di
atas tmpat tidurnya kegirangan seraya meneriakan itu terus-menerus.
“wow.. dia memang benar-benar
jenius.” Britney kembali ke kmarnya. Britney kmbl ke kmarnya dan dia dpt
mendengar teriakan kakaknya.
Tiba-tiba alunan lagu favnya
melantun dari hpnya.
kira-kira siapa yang menelponnya? next part ya (:
GFF | twin boys | part 1
ini cerita pertama aku. hope u like it. give you coment (:
“Britney ayolah.. please aku sdh
membyr $85 untuk ini!!” pinta bella, kkak Britney.
Britney duduk berpangku kaki melihat
kkaknya yg sedang mengemis-ngemis padanya. “Apa? Itu sama saja kau menyuruhku
menonton pertunjukan sirkus bodoh!” jwab Britney kasar.
Bella terdiam mendengar kata-kata
adiknya, mennusuk sangat dalam di hatinya. Dia sudah berusaha untuk membeli
tiketnya dgn uangnya sendiri tetapi sekarang adiknya menyia-nyiakan itu smua.
Mom yang melihatnya mnjadi prihatin. “Britney hargailah kakakmu, sana!. Dan
bella jaga dia baik—baik!” mom memberikan kunci mobil pada bella.
Bella menjerit-jerit kegirangan. “But mom.. I won’t
go with her!” protes Britney. Dia
melipat tangannya yang bertanda bahwa dia sedang kesal seraya melirik bella.
Mom hanya mengganguk dan menyuruhnya segera pergi. Bella menariknya ke ats
mobil dan segera pergi ke tempat konser.
Mereka tiba di sana tepat pada saat
konser akan di mulai. Mereka mengambil tempat tetapi duduk di bagian depan
sesuai tiket. Tetapi britney menukar tempat duduknya, skrg dia duduk di kursi
paling belakang dekat pintu keluar. Dia merogoh saku celananya mencari sesuatu
yg bisa di mkn. Lalu dia mengeluarkan beberapa permen dan coklat. “kau mau?”
tawar Britney pada lelaki bertopi yg duduk di smpgnya.
“thanks. Its my fav candy” dia
mengambil beberapa dari tangan Britney. Konser pun dimulai.
“aku jg suka dgn permen itu” Britney
tersenyum ramah padanya. Dia memperhatikan senyuman Britney lalu dia pun
tersenyum.
“Huh! Disini panas ya!” dia mmbuka
topinya dan memakai topi itu layaknya kipas. Britney melihatnya lalu melihat
kearah panggung lagi dan kembali melihatnya. Dahinya berkerut.
“Kalian Kembar?” tnya Britney
bingung. Lelaki itu dengan cepat memakai topinya kembali.
“shh.. jgn keras-keras suaranya”
peringatnya seraya melihat sekeliling.
“jadi benar kalian kembar?” Tanya
Britney sekali lagi dgn suaranya yg agak kuat.
Dia membekap mulut Britney. “shh..
sdh ku blg jgn keras-keras”
Britney berusaha melepaskan
tangannya. “Uhh.. iya iya. Maaf. Jd mana Greyson yg asli?”
“aku. Dia itu Jazz, kakakku, hnya
karna dia lbh dulu 3 mnt”
“Ohh..” Britney membenamkan badannya
di kursi.
“hey.. tp kau jnji y, jgn beri tau
siapapun! Ini sgt rahasia, hnya cody
dan keluargaku yg tau soal ini”
“iyaa” jwb Britney cuek.
“terima kasih.. aku tau kau tdk akan
memberitahunya pd siapapun.” Greyson tersenyum.
“tunggu.. bgmn kau bisa.. begitu sj
percya dgnku. Kau tdk takut bila aku berbohong atau semacamnya?” Britney duduk
dgn tegak menghadap greyson.
“haha.. ku beritahu kau. Aku selalu
percaya pd seseorang yg menurutku bisa menyimpan rhsiaku dan aku jg percaya pd
fansku. Dan kurasa aku percya pdmu” Tawa greyson.
“hmm.. baiklah. Oh ya biar ku beritahu kau jg. AKU
BKN FANSMU!” Britney sedikit termakan dgn jwbn Greyson tp dia tersentak kaget
saat greyson mengira bahwa dia adlh fansnya.
“Ok.. I know it.. siapa nmmu?”
tatapan greyson mengarah ke depan.
“Britney Campbell”
Setelah
konser akan selesai, greyson keluar lalu masuk ke blkg panggung melalui pintu
blkg scra diam-diam. Britney jg keluar duluan sblm konser selesai. Dia menunggu
di mobil. Setelah dia menunggu sekitar 1 jam, kkaknya blm dtg jg, pdhl konser
sdh selesai 50 mnt lalu. Dia mencoba
mencari kakaknya tp lewat pintu blkg jg. “brukk” kepala Britney bertabrakan dgn
kepala jazz. Mereka bertatap-tatapan sebentar. “aww… “ ringis Britney yg
membuyarkan lamunan jazz. Dia jg ikut meringis kesakitan.
“greyson apa kau lihat kakakku?”
tnya Britney masih memegang kepalanya.
“tidak. Maaf aku harus pergi skrg.
Bye..” seru jazz yg di sangka greyson oleh Britney.
Karna
kplanya skit Britney kmbli ke mobil dan ternyata kakaknya sdh ada disana.
Mereka sgra pulang. Sepanjang perjlanan bella trusmenerus menceritakan soal
konser td, smpai telinga Britney panas mendengarnya. Next part...
Langganan:
Postingan (Atom)
