“yaa.. ada apa? siapa di
sna?”Britney membaringkan badannya di tmpt tidurnya.
“ini jazz.”
“jazz? Siapa itu?”
“oh my god. Kembarannya greyson.”
“ohhh.. iya aku tau. Ada apa kau
menelponku”
“aku ingin mengajakmu jalan-jalan.
Bgmn?”
“hmm.. baiklah. Aku ke sana”
“tidak perlu, aku akan menjemputmu.
Bye”
Britney melempar hpnya dia atas tmpt
tidurnya dan dia mengganti bajunya.
Sedangkan
di rumah greyson, jazz sdg siap-siap. “jazz mau kmn?” tnya greyson.
“jalan sama Britney” jwabnya sambil
cengar-cengir.
“apa??” greyson tersentak kaget.
“tenang bukan Britney spears, jd ga
perlu kget gitu”
“iya.. aku tau. Britney Campbell
kan?”
“entahlah, aku tdk tau nama blkgnya.
Bye GC” dia segera pergi.
Britney
seharian jalan-jalan sama jazz dan tempat terakhir yang di kunjungi mrk adalah
game center. Dan ternyata greyson dan cody sdg membuntuti mereka. “coco.. lihat
mereka! Pasti si jazz kalah dia kan ga jago main game” ejek greyson seraya
mnutupi wjahnya dengan Koran. Cody yg sdg meminum secangkir cappuccino
tersentak kaget. “apa? dia itu lbh jago dariku. Dia sdh mengalahkanku sepuluh
kali”
“ya baiklah. Berapa kali kau main
game dgnnya?” greyson berusaha mencari titik kelemahan jazz.
“ 11 kali”
“hah?? Berarti kau baru
mengalahkannya 1 kali?” greyson membanting Koran di hadapan cody. Cody
mengangguk.
“ tp kalau kau sih sdh sering.” Dia
cengingisan sendiri.
“I know it”
Jazz dan Britney terlihat akrab pdhl mereka
baru bertemu kemarin. Dan tnpa di sangka ternyata jazz tau keberadaan greyson
dan cody, dia menghampiri mereka. “heyy penguntit!” sapa jazz seraya menarik
kacamta yg cody pakai.
“ohh.. heyy jazz” kata greyson sdkt
terbata.
“what are you doing here?” tnya
Britney menyelidik.
“entahlah. Cody ingin minum
cappuccino.” Kata-kata greyson membuat cody terbelalak.
“apa? kau yang” greyson menginjak
kaki cody dgn keras. Cody langsung terdiam.
“hari ini sangat menyenangkan ya Britney.
Besok kita jln-jln lagi ya”
“tapi.. emm baiklah biar aku yang ke
rumahmu”
“ok.”
“hoamm..”
gumam britney sambil membuka tirai kamarnya. Dia melihat jalanan yang sudah
ramai, matahari yg sdh dia ats. Di tambah kebisingan kendaraan. “what time is
it?” Britney terlihat bingung.dia meraih jam hpnya. “hah? Jam 12? Aku tdk salah
kan?” dia mengucak-ngucak matanya. Britney mengambil handuk dan segera mandi.
Lalu dia pergi ke rumah greyson. Di sana dia di sambut baik dgn mama greyson
dan jazz. Jazz sedang sibuk main video game bersama kakaknya tanner. Britney
tidak sengaja memasuki sebuah ruangan krena
mendengar alunan music. Dia melihat sosok greyson yang sedang memainkan piano
dengan bersemangat tanpa menyadari kedatangan Britney. “ehmm” Britney berdeham.
Permainan piano itu seketika berhenti. “hei why u stop? Can u playing again?”
“bgmn kau ada di sini?”
“aku mendengar suara music yang
indah dari pianomu. Makanya aku disini” Britney duduk di samping greyson. “can
u teach me how I can play it?”
“hmm.. sure I can. Can u play one
song with that?” telunjuknya menunjuk ke arah piano.
“maybe. I just know this song”
Britney mulai bermain di atas tuts-tuts piano itu dengan indah. Mengeluarkan
sebuah alunan lagu yg indah. “what do you think?”
“good. Tapi jarimu terlihat kaku.
Sdh berapa lama kau tidak memainkannya?”
“mgkn 7 thn lalu. Aku tdk bermain piano sjk umur 7
thn”
“why?” greyson membalikkan badannya
ke Britney.
“entahlah.. mom melarangku, dan dia
menyimpannya di gudang. Tidak ada dari antara kami di ijinkan utk bermain piano
lagi.”
“bermain piano adlh salah satu hal
terindah yang kumiliki. Menekan tuts-tuts, mendngr alunan melody, dan
mempelajari byk hal lainnya. Itu sangat menyenangkan. Dan permainan piano mu
selalu bergantung pada perasaanmu. SELALU.”
“aku tau itu jg yang kupikirkan.
Tapi..” Britney tak kuasa melanjutkan kata-katanya.
“aku tau apa yang kau rasakan.
Sekarang bermainlah piano ini sesuka hatimu. Dan akan terbentuk melody sesuai
perasaanmu skrg”
Britney menarik napas kemudian
memainkan piano sesuka hatinya tanpa punya tujuan lagu apa yang ia ingin
mainkan. Terdengar alunan music slow sangat slow, dengan beberapa nada yg fals
tp tetap bagus. “itukah yang kau rasakan? kau cenderung pesimis. dan aku akan menunjukan bgmn kau mengahadapinya.
Nada yg slow itu lbh bgs bila di gnti dgn nada seperti ini” sekarang gantian
sang master memainkan piano. Tempo lagunya memang terdengar slow tnpa ada nada
yg fals, tp nada itu berubah perlahan dgn tempo yang cepat. Dan alunannya
sangat menyemangati, seolah menyejukkan hati Britney.
Tiba-tiba
jazz masuk ke ruangan itu. “apa yg kalian lakukan. Kau tau aku sdh mengalahkan
tanner 5 kali” ujar jazz bangga.
“hmm seperti aku harus pulang” kata
Britney.
“tunggu. Aku ingin mengajakmu
mencari sesuatu utk alexa” greyson menahan tangan Britney.
“tapi..”
“sudahlah Cuma sbntr sj” greyson
memotong kata-kata jazz. Dia menarik tgn Britney dan mengajaknya ke salah satu
toko boneka.
Meraka
memilih boneka yang besar, penuh dengan bulu, dan berwarna pink. Itu adalah
pilihan Britney. “are u greyson chance?” tnya seorang ank kecil saat mereka br
keluar dr toko.
“yes I am”
“greyson dapatkah kau memelukku? Aku
selalu berharap utk bertemu dgnmu.”
Greyson berjongkok utk memeluknya.
“thanks greyson. I love u so much”
“thanks. I love u too. Ini utkmu” greyson
memberikan boneka alexa padanya. Dan dia sgra menyebrangi jalan. Boneka itu
terjatuh di tengah jalan tapi adik kecil itu tdk bisa mengambilnya karena
jalanan sangat ramai. Greyson dgn cepat dan berhati-hati mengambil boneka itu.
Tapi saat dia tertunduk.. “GREYSSSSONNN”next part?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar