Jumat, 27 April 2012

GFF | Twin Boys | part 3

“yaa.. ada apa? siapa di sna?”Britney membaringkan badannya di tmpt tidurnya.
“ini jazz.”
“jazz? Siapa itu?”
“oh my god. Kembarannya greyson.”
“ohhh.. iya aku tau. Ada apa kau menelponku”
“aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Bgmn?”
“hmm.. baiklah. Aku ke sana”
“tidak perlu, aku akan menjemputmu. Bye”
Britney melempar hpnya dia atas tmpt tidurnya dan dia mengganti bajunya.
                Sedangkan di rumah greyson, jazz sdg siap-siap. “jazz mau kmn?” tnya greyson.
“jalan sama Britney” jwabnya sambil cengar-cengir.
“apa??” greyson tersentak kaget.
“tenang bukan Britney spears, jd ga perlu kget gitu”
“iya.. aku tau. Britney Campbell kan?”
“entahlah, aku tdk tau nama blkgnya. Bye GC” dia segera pergi.
                Britney seharian jalan-jalan sama jazz dan tempat terakhir yang di kunjungi mrk adalah game center. Dan ternyata greyson dan cody sdg membuntuti mereka. “coco.. lihat mereka! Pasti si jazz kalah dia kan ga jago main game” ejek greyson seraya mnutupi wjahnya dengan Koran. Cody yg sdg meminum secangkir cappuccino tersentak kaget. “apa? dia itu lbh jago dariku. Dia sdh mengalahkanku sepuluh kali”
“ya baiklah. Berapa kali kau main game dgnnya?” greyson berusaha mencari titik kelemahan jazz.
“ 11 kali”
“hah?? Berarti kau baru mengalahkannya 1 kali?” greyson membanting Koran di hadapan cody. Cody mengangguk.
“ tp kalau kau sih sdh sering.” Dia cengingisan sendiri.
“I know it”
 Jazz dan Britney terlihat akrab pdhl mereka baru bertemu kemarin. Dan tnpa di sangka ternyata jazz tau keberadaan greyson dan cody, dia menghampiri mereka. “heyy penguntit!” sapa jazz seraya menarik kacamta yg cody pakai.
“ohh.. heyy jazz” kata greyson sdkt terbata.
“what are you doing here?” tnya Britney menyelidik.
“entahlah. Cody ingin minum cappuccino.” Kata-kata greyson membuat cody terbelalak.
“apa? kau yang” greyson menginjak kaki cody dgn keras. Cody langsung terdiam.
“hari ini sangat menyenangkan ya Britney. Besok kita jln-jln lagi ya”
“tapi.. emm baiklah biar aku yang ke rumahmu”
“ok.”
                “hoamm..” gumam britney sambil membuka tirai kamarnya. Dia melihat jalanan yang sudah ramai, matahari yg sdh dia ats. Di tambah kebisingan kendaraan. “what time is it?” Britney terlihat bingung.dia meraih jam hpnya. “hah? Jam 12? Aku tdk salah kan?” dia mengucak-ngucak matanya. Britney mengambil handuk dan segera mandi. Lalu dia pergi ke rumah greyson. Di sana dia di sambut baik dgn mama greyson dan jazz. Jazz sedang sibuk main video game bersama kakaknya tanner. Britney tidak sengaja memasuki sebuah ruangan  krena mendengar alunan music. Dia melihat sosok greyson yang sedang memainkan piano dengan bersemangat tanpa menyadari kedatangan Britney. “ehmm” Britney berdeham. Permainan piano itu seketika berhenti. “hei why u stop? Can u playing again?”
“bgmn kau ada di sini?”
“aku mendengar suara music yang indah dari pianomu. Makanya aku disini” Britney duduk di samping greyson. “can u teach me how I can play it?”
“hmm.. sure I can. Can u play one song with that?” telunjuknya menunjuk ke arah piano.
“maybe. I just know this song” Britney mulai bermain di atas tuts-tuts piano itu dengan indah. Mengeluarkan sebuah alunan lagu yg indah. “what do you think?”
“good. Tapi jarimu terlihat kaku. Sdh berapa lama kau tidak memainkannya?”
“mgkn  7 thn lalu. Aku tdk bermain piano sjk umur 7 thn”
“why?” greyson membalikkan badannya ke Britney.
“entahlah.. mom melarangku, dan dia menyimpannya di gudang. Tidak ada dari antara kami di ijinkan utk bermain piano lagi.”
“bermain piano adlh salah satu hal terindah yang kumiliki. Menekan tuts-tuts, mendngr alunan melody, dan mempelajari byk hal lainnya. Itu sangat menyenangkan. Dan permainan piano mu selalu bergantung pada perasaanmu. SELALU.”
“aku tau itu jg yang kupikirkan. Tapi..” Britney tak kuasa melanjutkan kata-katanya.
“aku tau apa yang kau rasakan. Sekarang bermainlah piano ini sesuka hatimu. Dan akan terbentuk melody sesuai perasaanmu skrg”
Britney menarik napas kemudian memainkan piano sesuka hatinya tanpa punya tujuan lagu apa yang ia ingin mainkan. Terdengar alunan music slow sangat slow, dengan beberapa nada yg fals tp tetap bagus. “itukah yang kau rasakan? kau cenderung pesimis. dan  aku akan menunjukan bgmn kau mengahadapinya. Nada yg slow itu lbh bgs bila di gnti dgn nada seperti ini” sekarang gantian sang master memainkan piano. Tempo lagunya memang terdengar slow tnpa ada nada yg fals, tp nada itu berubah perlahan dgn tempo yang cepat. Dan alunannya sangat menyemangati, seolah menyejukkan hati Britney.
                Tiba-tiba jazz masuk ke ruangan itu. “apa yg kalian lakukan. Kau tau aku sdh mengalahkan tanner 5 kali” ujar jazz bangga.
“hmm seperti aku harus pulang” kata Britney.
“tunggu. Aku ingin mengajakmu mencari sesuatu utk alexa” greyson menahan tangan Britney.
“tapi..”
“sudahlah Cuma sbntr sj” greyson memotong kata-kata jazz. Dia menarik tgn Britney dan mengajaknya ke salah satu toko boneka.
                Meraka memilih boneka yang besar, penuh dengan bulu, dan berwarna pink. Itu adalah pilihan Britney. “are u greyson chance?” tnya seorang ank kecil saat mereka br keluar dr toko.
“yes I am”
“greyson dapatkah kau memelukku? Aku selalu berharap utk bertemu dgnmu.”
Greyson berjongkok utk memeluknya. “thanks greyson. I love u so much”
“thanks. I love u too. Ini utkmu” greyson memberikan boneka alexa padanya. Dan dia sgra menyebrangi jalan. Boneka itu terjatuh di tengah jalan tapi adik kecil itu tdk bisa mengambilnya karena jalanan sangat ramai. Greyson dgn cepat dan berhati-hati mengambil boneka itu. Tapi saat dia tertunduk.. “GREYSSSSONNN”

next part?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar