Jumat, 27 April 2012

GFF | Twin Boys | part 4


teriakan Britney terdengar dimana-mana. Ambulance dtg dan membawanya ke RS.
 Semua keluarganya menunggu di luar dgn harap-harap cemas. Takut terjadi apa-apa dgn greyson. Tak lama kemudian dokter keluar. “dia baik-baik saja tetapi slh satu jari ada yang patah. Mungkin dia tidak bisa bermain piano dlm jngka wkt yg lama”
Mrs.Lisa tertunduk sedih dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan anaknya bila mngetahui ini. Tanner sang kakak mengelus-elus pundak ibunya. “apa kami bisa masuk?” tnya tanner. Dokter membalasnya dengan anggukan. Lalu tanner,jazz,cody,mrs.lisa, dan Britney masuk kedalam. Greyson terbaring lemah di tempat tidur dengan tangan berbalut perban. Dia masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba hp Britney berbunyi, ibunya menyuruhnya untuk segera pulang. “jazz,cody,tanner, mrs.lisa aku harus pergi sekarang. Besok aku akan kembali lagi. Maafkan aku atas kejadian ini.”
“bukan kau yg salahmy candy, ini hanya kecelakaan. Hati-hati di jalan ya” mrs.lisa memeluk Britney dan Britney segera pulang.
Malam itu Britney duduk di balkon kamarnya bersama bella. Mereka tidak biasanya akur seperti ini. “bel.. can I ask something?” tnya briteny berhati-hati.
“what?”
“kenapa mom melarang kita bermain piano lagi? Bukankah dulu kau adalah pemain piano yang handal?”
“emm.. aku akan memberitahumu tapi ku mohon jangan beri tau mom.”
“baiklah.”
“dulu waktu kau berumur 7 thn pd saat itu aku berumur 10 thn. Mom adalah seorang pianis terkenal. Permainan piano nya di akui. Tapi nasib buruk menimpanya. Tangannya cedera dan tidak dapat bermain piano lagi. Sejak dari situ mom menyimpan piano di gudang, dan melarang kita bermain piano. Dia trauma”
Britney terdiam mendengar cerita kakaknya. Rasa haru sekaligus kecewa terasa begitu menyentuh. Bella memandang ke langit melihat bintang. “Britney.. ada bintang jatuh. Make a wish. Ayo!” seru bella seraya menunjuk ke langit.
“aku harap aku bisa menjadi pianis terkenal” ucap Britney dalam hati.
 Sudah seminggu Britney tidak ke rumah greyson. Karena greyson masih dalam keadaan tertekan. Dia juga sudah berusaha mengurungkan niatnya untuk memberitahu mom tentang cita-citanya. Tapi kali ini sudah tidak dapat di tahan, dia menghampiri mom yang sedang menonton tv. “mom.. ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”
“oh ya? Duduklah” Britney duduk di samping mom dan mom mematikan tv karena dia pikir anaknya akan membicarakan hal yang serius.
“begini” Britney menarik npas sejenak. “aku sdh memutuskan ini mom. Aku ingin menjadi seorang pianis. Jadi bisakah aku bermain piano yang kau simpan dalam gudang?”
Wajah mom memerah, kemarahan tampak jelas di wjahnya. “sudah kukatakan padamu. Tidak seorang pun dalam keluarga ini yang akan menjadi pianis. Bermain piano itu tidak menyenangkan.” Tegas mom.
“KENAPA? Mom takut aku akan seperti mom? Yang tidak bisa bermain piano lagi?” Britney bangkit berdiri.
“Apa kau bilang? Kau berani menentangku?” mom pun bangkit berdiri. Sekarang mereaka beradu muka.
“mom semua itu bisa di perbaiki. Aku akan belajar dari kesalahan mom. Aku dapat menjadi seorang pianis mom! I KNOW I CAN”
“TIDAK! Sekarang masuk kekamarmu” bentak mom.
“Tidak akan sampai mom mengijinkanku bermain piano. Bukankah mom dulu pernah mengajarkanku?”
“Masuk ke kamarmu atau..”
“atau apa?” potong Britney.
Mom sdh benar-benar marah. “atau kau keluar dari rumah ini!”
Bella yang baru sj keluar dari kmarnya tercengang kaget. “mom!!” teriaknya. “apa yang kau katakan”
“ohh.. baiklah, aku sdh ckup dwasa, dan aku akan membuktikannya pdmu! Kau bukanlah mom yg ku kenal.” Air mata mulai membanjiri pipi Britney. Dia berlari masuk ke kmarnya dan mengemasi brang2nya.
“MOM!! Kenapa kau melarang­nya? Bukankah mom sendiri yg bilang bhwa mom mau dia menjadi seorang pianis!” erang bella. Dia tidak terima akan perlakuan ibunya pd Britney.
“SHUT UP!!” mom membanting pintu kmarnya.
“Britney..” bella sedikit berbisik di depan pintu kmar Britney agar mom tdk mendengarnya.
“A..ada apa?” isak Britney. Dia sedang mengisi barang2nya dlm koper biru miliknya.
“Britney.. tolong jgn lakukan ini.”
“lbh baik kau keluar jika kau jg berpendapat seperti mom”
“a..a..aku tidak berpendapat sprtinya. Tp aku tdk ingin terpisah drimu”
Britney langsung memeluk bella. “me too. But I have to go”
“ok. Emm aku pnya sdkt tabungan utk membantumu mnyewa apartemen. Dan jgn lupa kbari aku dmn apartemenmu” bella memberi Britney slh satu kartu kreditnya.
“thanks bella. Bye” dia memeluk bella sekali lagi dan segera pergi.
                Britney menyusuri jalan kota yang padat, di penuhi orang2 yang memakai jaket berbulu tebal karna udara terasa begitu dingin. Salju yang turun semakin lebat tp dia belum menemukan apartemen jg. “Britney” spa seorang lelaki. Britney yg sedari tadi tertunduk baru mnyadari kehadiran lelaki itu. 
siapa itu?? next part (:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar